Showing posts with label KaBar Domestic. Show all posts
Showing posts with label KaBar Domestic. Show all posts

Wilayah RI Masuk Zona Gempa Tingkat Tinggi

wilayah kepulauan indonesia merupakan wilayah yang cukup rawan akan bencana alam.

JAKARTA - Setelah wilayah barat Indonesia, beberapa hari belakangan ini gempa terus mengguncang wilayah timur Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh kawasan Indonesia memiliki potensi gempa yang sama besar. Hanya Pulau Kalimantan yang terbilang tidak rawan gempa.

Wilayah Indonesia menjadi rawan gempa karena terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia, yaitu Lempeng Australia, Lempeng Eurasia dan Lempeng Filipina, maka sebagian daerah Indonesia termasuk dalam Wilayah gempa tinggi (zone 5 dan 6).

Menurut pakar gempa dari aspek teknik, Yuskar Lase, dalam perancangan struktur pada rumah atau gedung, pengaruh gempa merupakan salah satu hal yang penting untuk dianalisa. Terutama bangunan-bangunan yang berada dalam wilayah langganan gempa besar.

"Untuk mengangtisipasi jumlah korban jiwa lebih banyak, maka dalam mendirikan rumah atau gedung harus mengacu pada peraturan gempa SNI 03-1726-2002. Dalam aturan itu setiap bangunan wajib memenuhi ketentuan kekakuan, kekuatan, dan kestabilan sistem," paparnya.

Oleh karena itu, diperlukan suatu perancangan yang baik terhadap bahaya gempa agar tidak terjadi tingkat kecelakaan dan kerugian yang besar. Menurut Yuskar, tiga parameter gempa ini harus direkomendasikan oleh seorang desainer sehingga ketika ada guncangan gempa kuat tidak seperti yang terjadi di Padang saat ini. Bangunan banyak yang roboh.

Hal senada diutarakan ahli gempa dari Universitas Indonesia, Abdul Haris menyatakan gempa yang terjadi di kawasan timur Indonesia masih berakitan dengan pergeseran lempeng Eurasia, Australia, dan Pasifik. Pergerakan tiga lempeng itu yang mengakibatkan timbulnya gempa tektonik.

"Probability antara kawasan barat dan timur sama besarnya, karena masih berada di jalur lempeng yang sama," katanya yang melihat dari faktor tersebut, maka gempa di kawasan Indonesia masih tergolong alamiah. Seperti diketahui, sambungnya, tiga lempeng tersebut memang akan terus bergerak untuk mencari titik keseimbangannya. "Jika ada mapping aktivitas (lempeng), kita bisa lebih waspada," imbuhnya.

Sebelumnya, Setelah wilayah barat Indonesia, beberapa hari belakangan ini gempa terus mengguncang wilayah timur Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh kawasan Indonesia memiliki potensi gempa yang sama besar.

Pakar gempa Universitas Indonesia (UI) Dr Abdul Haris mengungkapkan, gempa yang terjadi di kawasan timur Indonesia masih berakitan dengan pergeseran lempeng Eurasia, Australia, dan Pasifik. Pergerakan tiga lempeng itu yang mengakibatkan timbulnya gempa tektonik.

"Probability antara kawasan barat dan timur sama besarnya, karena masih berada di jalur lempeng yang sama," kata Abdul Haris saat berbincang, Beberapa waktu lalu.

Jika dilihat dari faktor tersebut, maka gempa di kawasan Indonesia masih tergolong alamiah. Seperti diketahui, tiga lempeng tersebut memang akan terus bergerak untuk mencari titik keseimbangannya.

"Jika ada mapping aktivitas (lempeng), kita bisa lebih waspada," imbuhnya.

Seperti diketahui, dalam dua hari terakhir gempa mengguncang wilayah Tual dan Saumlaki, Maluku. Selain itu, Manado, Sulawesi Utara, juga terguncang akibat gempa berkekuatan 5,2 Skala Richter (SR).

Bookmark and Share






Source : suaramedia.com



MUI Sumbar: Waspadai Bantuan Dari Israel

MUI Sumatera Barat meminta masyarakat waspada datangnya bantuan dari israel.

PADANG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat menyayangkan masuknya bantuan korban gempa dari Israel. MUI khawatir bantuan ini akan mempengaruhi aqidah masyarakat.

"Kita tahu prinsip Yahudi, tidak ada yang gratis dari mereka," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat Gusrizal Gazahar, Senin 26 Oktober 2009.

Ia mengimbau, agar masyarakat korban bencana tidak tergantung pada materi semata. Kekhawatiran Ketua MUI Sumbar ini muncul karena bantuan ini bisa mempengaruhi keimanan masyarakat.

Seperti diketahui, masyarakat Israel mengirimkan bantuan kemanusiaan senilai US$ 500 ribu bagi korban gempa Sumatera Barat. Bantuan dari masyarakat Israel ini disalurkan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke sejumlah lokasi terparah akibat gempa.

Bantuan dari Israel yang disalurkan HMI berupa obat-obatan bagi sejumlah rumah sakit di Kabuapten Padang Pariaman serta Kabupaten Agam. Menurut Ketua PB HMI Pusat, Arif Musthofa, bantuan ini murni sebagai bentuk aksi kemanusiaan.

"Karena ini murni sebagai bentuk aksi kemanusiaan tanpa embel-embel lain, kita terima dan didistribusikan," kata Arif Mustofa.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat meminta warga Padang, mewaspadai masuknya bantuan kemanusiaan dari Israel. Masyarakat, sebagai korban gempa justru menilai sebaliknya.

Hal berbeda dialami saat berkunjung ke lokasi warga yang terkena bencana. Kondisi darurat yang membuat mereka hidup seadanya membuat mereka membutuhkan bantuan dari siapapun.

"Kami tidak perduli bantuan yang diberikan itu berasal dari orang berbeda agama. Jika niatnya kemanusian kami bisa terima," kata Ali Imran (55), warga RT 1 RW 1, Kuaro Pagang.

Gempa 7,9 pada skala richter (SR) tiga pekan silam menghancurkan kediaman miliknya. Sejumlah peralatan rumah tangga yang dimilikinya kini hancur berantakan.

Ali Imran beserta istri dan tiga anaknya terpaksa tidur di rumah sementara berukuran 2 X 2 meter. Terkait bantuan dari masyarakat Israel yang diserahkan pada korbanbencana di Sumatera Barat, Ali menilai itu tidak menjadi persoalan.

"Memang, seluruh masyarakat Minang itu beragama Islam. Dalam kondisi seperti ini, atas nama kemanusiaan tidak ada masalah kita terima bantuan mereka (Israel)," kata Ali.

Hal serupa juga diungkapkan isterinya, Asni (47). Menurut dia, selagi ada label halalnya, dirinya tidak mempersoalkan perihal bantuan yang diberikan masyarakat Israel. "Kami berharap, kalau memang ada, pembagiannya dilakukan secara adil," kata Asni.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat menyayangkan masuknya bantuan korban gempa dari Israel. MUI khawatir bantuan ini akan mempengaruhi aqidah masyarakat.

"Kita tahu prinsip Yahudi, tidak ada yang gratis dari mereka," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat Gusrizal Gazahar.

Bookmark and Share






Source : suaramedia.com



Ucapan Pangdam Dinilai Sudutkan Islam


Pangdam sempat menyatakan, Jika ada orang asing memakai sorban, jubah atau berjenggot, laporkan ke pihak keamanan. Hal ini dinilai menyudutkan islam.

Jakarta - Pernyataan Pangdam IV Diponegoro Mayjen Haryadi Soetanto beberapa waktu lalu yang berbunyi, 'jika ada orang asing memakai sorban, jubah atau berjenggot, laporkan saja ke pihak keamanan,' dinilai telah mengandung unsur SARA. Bahkan pernyataan itu dinilai melukai umat Islam.


"Pernyataan itu sungguh menyinggung umat Islam dan menimbulkan kecurigaan-kecurigaan terhadap golongan Islam Salafy atau Majelis Tabligh" tegas Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Irfan S Awwas Rabu, 19 Agustus 2009.

Irfan mengatakan tuduhan ataupun stigma terorisme seringkali mengarah kepada ajaran atau golongan Islam ketika terjadi teror dan aparat memeriksa wanita bercadar dan menciduk kelompok pendakwah itu adalah hal sudah keterlaluan.

"Jika ini dibiarkan maka orang tua akan melarang anaknya untuk belajar mengaji karena takut dikemudian hari dicap sebagai teroris"katanya

Terkait dengan tindakan densus 88 dalam penangkapan pelaku teroris di Temanggung beberapa waktu yang lalu, Irfan S Awwas mengatakan densus 88 bertindak over acting serta melanggar aturan hukum. "Densus 88 bertindak berlebihan, brutal dan membabi buta" tandasnya

Lebih lanjut Irfan juga tindakan densus 88 ini akan menimbulkan keresahan bagi umat Islam. "Ada umat Islam yang dicurigai aparat langsung menangkapnya. Ini akan menimbulkan keresahan bagi umat Islam," tuturnya.

Sebelumnya, Pejabat-pejabat tinggi negara ikut menghadiri Pembukaan Latihan Gabungan Antiteror TNI-Polri. Latihan gabungan ini melibatkan enam Kepolisilan Daerah (Polda) dan lima Komando Daerah Militer (Kodam).

Pembukaan Latihan Gabungan TNI-Polri yang dilakukan Kepala Polri Jenderal Bambang Hendarso Danuri itu digelar di Lapangan Bhayangkara, Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 19 Desember 2008.

Pejabat tinggi negara yang hadir dalam pembukaan ini antara lain, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Widodo AS, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, Gubernur DKI Fauzi Bowo, dan Ketua Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat Trimedya Panjaitan. Tampak hadir pula para perwakilan duta besar negara asing untuk Indonesia.

"Latihan gabungan untuk gladi lapangan ini diikuti enam Polda dan lima Kodam," ujar Kepala Badan Pembinaan Keamanan Markas Besar Polri, Komisaris Jenderal Iman Haryatna. Laporan itu disampaikan Iman kepada Kepala Polri Jenderal Bambang Hendarso Danuri.

Menurut Iman, wilayah yang menjadi simulasi antiteror ini adalah Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, dan Kepulauan Riau. "Latihan antisipasi teror akan dimulai pada 21 Desember 2008," ujar Iman.

Bookmark and Share






Source : suaramedia.com



Ba'asyir Tantang SBY Usir Israel dari Indonesia


Ustadz Abu Bakar Ba'asyir selaku Pimpinan Ponpes Al Mukmin, Ngruki, Surakarta.

Jakarta - Diam-diam Indonesia dan Israel sudah membuka hubungan dagang sejak tahun 2001, ketika Gus Dur masih menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Hubungan dagang itu tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Perdagangan dan Perindustrian Tahun 2001 tentang hubungan dagang antara Indonesia dengan Israel.


"Menterinya waktu itu Pak Luhut Panjaitan dan dia yang mengeluarkan SK itu, tapi saya lupa nomor berapa," ujar Sekjen Forum Umat Islam, Muhammad Al Khaththat ketika dihubungi okezone via telepon, Minggu (16/8/2009).

Kamar Dagang Israel, kata dia, sengaja dibuka di Indonesia untuk melegalkan hubungan dagang antar dua negara. Muhammad mengaku mengetahui hal ini dari sebuah media di Israel yang mengatakan bahwa Israel telah membuka Kamar Dagang di Indonesia. FUI dengan tegas menolak Kamar Dagang Israel dibuka di Indonesia.

"Meski Kamar Dagang itu masih dirahasiakan tetapi kegiatan sudah berjalan, saya sendiri belum tahu persis dimana kantornya, tetapi yang pasti di Jakarta. Sekarang alat-alat kesehatan dan persenjataan dari Israel sudah masuk ke Indonesia," imbuhnya.

Muhammad mengingatkan, pemerintah Indonesia mewaspadai hal ini. Bisa jadi, lanjut dia, Israel hanya menjadikan Kamar Dagang itu sebuah kedok belaka untuk mengcover kegiatan intelektual, ekonomi dan politik pemerintah Israel.

"Israel ingin mengeksploitasi negara kita habis-habisan, Israel menjadikan target bahwa Indonensia adalah pangsa pasar yang besar untuk memasarkan produk-produknya," tuturnya.

Karena itu, Forum Umat Islam meminta agar pemerintah Indonesia segera mencabut SK Memperindag Tahun 2001 tentang melegalkan hubungan dagang antara Indonensia dengan Israel. "Pemerintah harus menutup Kantor Dagang Israel di Jakarta secepatnya," pungkasnya.

Sebelumnya, Forum Umat Islam (FUI) mengendus ada kantor dagang Israel yang dibuka di Jakarta. Terkait itu, Pimpinan Ponpes Al Mukmin, Ngruki, Abu Bakar Baasyir menantang Presiden SBY untuk mengusir negara Zionis tersebut.

"Kalau tidak bisa mengusir Yahudi dari Indonesia bubarkan saja majelis dzikir yang kamu buat," sebut Baasyir menantang Presiden SBY saat acara tabligh akbar di Masjid Al Azhar, Jakarta, Sabtu (15/8/2009).

Baasyir juga mengatakan, di Indonesia sebenarnya tidak ada terorisme karena Islam pada dasarnya tidak akan merusak. Jadi, lanjut Baasyir yang benar adalah Israel dan Amerika sebagai biang teroris.

Sekjen Forum Umat Islam, Muhammad Al Khaththtath dalam pernyataan persnya menyebut dugaan pembukaan kantor dagang Israel di Indonesia. Mereka juga menyatakan menolak adanya hubungan dagang tersebut.

Bookmark and Share






Source : suaramedia.com
& okezone.com



Ruhut Minta Maaf kepada Etnis Arab


Dalam debat waktu itu juga dihadiri, Permadi dan Fuad Bawazier.

Partai Demokrat dan Ruhut Sitompul meminta maaf kepada etnis tertentu yang tersinggung atas pernyataan tim sukses SBY-Boediono beberapa waktu lalu. Yang dilakukan Ruhut adalah membela diri.

“Saya meminta maaf dari lubuk hati yang terdalam kalau ada kata-kata saya yang membuat tersinggung etnis tertentu. Saya tidak bermaksud demikian, saya mohon maaf atas kejadian itu,” kata Ruhut Sitompul di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Jakarta Timur, Senin, 1 Juni 2009.

Ruhut mengakui pernyataan yang kontroversial itu keluar saat diskusi di Dewan Perwakilan Daerah. Ruhut yang mewakili tim sukses SBY-Boediono saat itu berdebat dengan dua anggota tim sukses dua kandidat. Permadi dari Megawati-Prabowo, dan Fuad Bawazier dari JK-Wiranto.

“Sebelumnya, pihak kami diserang habis-habisan. Tentunya, saya sebagai salah satu tim sukses membela diri. Itu yang ditugasi kami,” ujar Ruhut yang didampingi Ketua Umum Demokrat, Hadi Utomo, dan Wakil Sekjen, Syarif Hassan.

Menurut Hadi Utomo, bagaimanapun juga Ruhut merupakan kader Demokrat. Jadi partai pun meminta maaf kepada etnis-etnis yang merasa dirugikan. “Atas nama partai, saya meminta maaf,” kata Hadi Utomo.

Seperti diketahui, dalam diskusi di Gedung Dewan, Ruhut mengatakan beberap hal soal etnis Arab. Disampaikan Ruhut, bahwa Arab tidak pernah memberikan bantuan kepada Indonesia.






Bookmark and Share




Puluhan Lampu Digondol, Suramadu Terancam Gelap Gulita


Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) baru saja diresmikan penggunaannya pada Rabu 10 Juni 2009. Namun, jembatan terpanjang di Indonesia itu sudah jadi obyek vandalisme berupa aksi corat-coret dan bahkan pencurian.

Kontraktor asal China yang mengerjakan jembatan ini melaporkan kehilangan lampu penerangan. ""Ada 42 lampu penerangan yang hilang. Itu diketahui dan dilaporkan tadi pagi," kata Kepala Balai Besar Jalan Nasional V Departemen PU, Ismail, Rabu 17 Juni 2009.

Lampu yang hilang, tambah dia, berada di tembok jembatan yang dicor dan sudah dilindungi baja.

Akibat hilangnya lampu-lampu itu, di malam hari, sejumlah bagian Suramadu terancam gelap gulita. Mau tak mau, pengendara yang lewat di malam hari harus maksimal menyalakan lampu
kendaraannya.

Tak hanya lampu yang jadi sasaran tangan-tangan jahil, mur atau baut jembatan juga ikut dipreteli. Baut yang hilang diketahui berada di tepi badan jalan. Demikian juga dengan penutup saluran air.


Hal ini memaksa pihak pengelola Jembatan Suramadu memperkuat pengamanan. PT Jasa Marga memperketat pengamanan dengan cara memasang kamera CCTV di beberapa titik.

Program uji coba gratis melewati Jembatan Suramadu telah berakhir pada Selasa 16 Juni 2009. Mulai hari ini, Rabu 17 Juni 2009 pukul 00.00, PT Jasa Marga selaku operator Suramadu mengenakan tarif antara Rp 3.000-Rp 90.000 bagi kendaraan yang melintas di jembatan itu.

Seperti disiarkan TVOne, pada hari pertama pemberlakuan tarif, situasi Jembatan Suramadu kontras dibanding masa uji coba gratis. Hanya ada beberapa kendaraan yang melintas.

Padahal, PT Jasa Marga mencatat, ada 5.000 kendaraan roda empat dan 11.000 motor yang melintas selama masa uji coba empat hari.

Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) bakal memasang kamera CCTV di sejumlah titik di ruas jalan tol dan jembatan yang menghubungkan Surabaya dan Madura (Suramadu).

Pemasangan kamera CCTV ini dimaksudkan untuk mengontrol keselamatan pengguna jalan dan memantau kondisi properti dari jembatan terpanjang di Asia Tenggara itu. Pasalnya, beberapa hari pascadioperasikan, terjadi kerusakan pada lampu, baut, dan rantai pembatas jalan hilang akibat ulah pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kepala PT Jasa Marga (Persero) Tbk Cabang Surabaya-Gempol- Jembatan Suramadu, Agus Purnomo mengatakan, pascapemberlakukan tarif tol Suramadu pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Besar Jalan dan Jembatan, terkait pemasangan kamera CCTV.

Hal itu, kata dia, diharapkan bisa mengontrol keselamatan pengguna maupun kondisi properti Jembatan Suramadu. "Setelah 18 bulan pertama pengelolaan, BPJT akan membangun gerbang tol permanen," imbuh Agus Purnomo.

Penegakkan tata tertib lalu-lintas yang akan diberlakukan oleh Jasa Marga jika sudah diberlakukan tarif tol, ternyata masih isapan jempol. Pasalnya berdasarkan pantuan di lapangan, masih banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran lalu-lintas yang belum ditindak oleh petugas. Bahkan petugas terkesan melakukan pembiaran.

Misalnya saja, soal jumlah penumpang sepeda motor yang tidak boleh melebihi dua orang. Kenyataan di lapangan masih banyak kendaraan sepeda motor yang ditumpangi oleh ibu, bapak dan dua orang anaknya yang tetap bisa melintas di Jembatan Suramadu.

Memang petugas Jasa Marga tidak berhak untuk melakukan penindakan karena yang mempunyai kewenangan adalah polisi. Tapi sayangnya, menjelang masuk loket tiket sepeda motor tidak ada polisi lalu-lintas yang berjaga untuk memberikan teguran atau bahkan penindakan.

Yang lebih parah malah terjadi di loket tiket sisi Madura. Di loket ini dalam pantauan okezone, sempat ada polisi yang berjaga dan mengatur di sekitar loket tiket sepeda motor.

Namun mengetahui banyaknya sepeda motor berpenumpang lebih dari dua orang petugas tidak bisa berbuat banyak. "Bagaimana ini kok banyak yang yang membawa anak," kata Bripda Yusuf tanpa melakukan tindakan.

Selain penumpang sepeda motor yang lebih dari dua orang, pelanggaran yang terjadi adalah berhenti di tengah jalan. Ini terutama banyak terjadi di sisi bentang tengah Jembatan Suramadu.

Tak hanya penumpang sepeda motor yang banyak berhenti, namun juga mobil-mobil juga banyak berhenti. Mereka berhenti untuk sekedar foto-fotoan. Jadi siapa bilang kalau sudah diterapkan tarif tol tidak bisa photo-photoan lagi di Jembatan Suramadu?

Bookmark and Share


Source : suaramedia.com





Click here to get your free mobile phone or apple ipod
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
eXTReMe Tracker