PC Tools Internet Security -->download disini bebb..<-- dan >>Winrar<< kalo belum ada.

Tuesday, October 27, 2009

Bayi Al Qur'an Rusia, Mu'jizat Allah Pertanda Pesan Perdamaian

Seorang ulama Muslim tengah mengendong bayi Ali Yakubov di kediamannya, daerah Kizlyar, Dagestan. Kelahiran bayi ajaib tersebut menghadirkan semacam harapan bagi masyarakat Muslim Rusia.

MOSKOW – Seorang bayi ajaib telah membawa semacam harapan keajaiban bagi rakyat Rusia terutama di daerah selatan yang semakin menderita akibat kekerasan.

Orang-orang dari berbagai kalangan dan usia mengantri untuk melihat sosok bayi Ali Yakubov berusia sembilan bulan yang di badannya terdapat kaligrafi ayat Al Qur’an yang muncul dan menghilang setiap beberapa hari.

Berwarna sedikit merah muda dengan tinggi beberapa sentimeter, ayat Al Qur’an berbunyi “Bersyukurlah kepada Allah” tertulis dengan jelas di kaki kanan Ali minggu ini, ujar seorang pemimpin agama setempat. Sejumlah jurnalis asing yang datang beberapa saat kemudian melihat ada satu huruf yang telah hilang.

“Fakta bahwa keajaiban ini terjadi di sini adalah sebuah sinyal bagi kami untuk mengambil aksi dan membantu saudara-saudara kami menemukan perdamaian,” ujar Sagid Murtazaliyev, kepala wilayah Kizlar sekitar 150 km utara Makhachkala, ibukota Dagetani di Laut Kaspia.

“Kita tidak boleh lupa bahwa sedang terjadi perang di sini,” ujarnya kepada para pemimpin agama yang telah mengundang pers untuk menyaksikan apa yang mereka sebut sebagai sebuah tanda dari Tuhan.

Islam di Rusia diyakini berasal dari wilayah kaya etnis Dagestan, di mana sekitar tiga juta penduduknya berbicara dalam 30 bahasa lebih dan kota kunonya, Derbent, diklaim sebagai kota tertua di Rusia.

Serentetan bom bunuh diri dan serangan bersenjata baru-baru ini terhadap polisi dan pasukan keamanan di Dagestan, Ingushetia dan Chechnya telah mengusik ketenangan di kawasan Kaukasus Utara selama beberapa tahun.

Para pemimpin lokal telah memberitahu Presiden Dmitry Medvedev bahwa mereka kesulitan menangkal perlawanan kelompok-kelompok gerilyawan Islam yang menyebar di kalangan masyarakat Kaukasus Utara, kawasan di mana terdapat pipa gas dan minyak ke Barat.

Lebih dari 2000 orang datang dari Rusia setiap hari untuk melihat bayi bermata biru itu.

Vladimir Zakharov, wakil direktur Pusat Penelitian Kaukasus di Universitas Negeri Moskow jurusan Hubungan Internasional, mengatakan bahwa ia tidak pada posisi untuk menilai kebenaran klaim tersebut, namun terlihat jelas bahwa itu berasal dari keputusasaan.

“Islam dan ketakutan akan kekerasan kini benar-benar mendominasi Kaukasus Utara, dan mereka mungkin menggunakan ini untuk melarikan diri dari kenyataan,” ujarnya.

Bendera satin warna hijau menandai jalan menuju ke rumah keluarga sederhana Yakubov di sebuah kota kecil. Polisi bersenjata Dagestan berpatroli di sekitar rumah Ali.

Mereka mengatakan fakta bahwa ayah Ali, Shamil (27), yang bekerja sebagai polisi – target reguler kekerasan – adalah bukti adanya campur tangan Tuhan.

Walikota Makhachkala, Sayid Amirov, yang telah bertahan dari selusin serangan dalam hidupnya sejak pertengahan 1990-an, menginterpretasikan peristiwa itu sebagai sebuah peringatan.

“Apa yang terjadi di sini adalah sebuah keajaiban, namun ini juga sebuah pesan untuk tidak terlalu jauh dalam menginterpretasikan agama,” ujarnya.

Pemerintah Rusia mengatakan bahwa “ekstremisme” Islam sama bertanggung jawabnya dengan kemiskinan terhadap peningkatan kekerasan, dan para ahli menambahkan bahwa gerakan itu juga merekrut gerilyawan asing dari Al Qaeda yang ingin mendirikan negara Islam di Kaukasus Utara.

Memegang kaki kanan Ali yang bertuliskan ayat Al Qur’an, ibunya, Madina (26), mengatakan bahwa ia yakin ayat-ayat itu – yang muncul pertama kali dua minggu setelah ia lahir – ada hubungannya dengan ekstremisme.

“Allah Maha Besar, dan Ia menganugerahkan kepada saya anak ajaib ini untuk menyelamatkan orang-orang kami,” ujarnya.

Di luar rumahnya, para pengunjung berdoa dan berterima kasih pada Allah.








Bookmark and Share






Source : suaramedia.com



::Read more...

Kenakan Burka, Muslim Inggris Dilarang Daftar Kuliah

Bilqes: "Kita berada di abad 21 dan bertemu dengan orang dari berbagai latar belakang. Saya juga tergabung dengan kadet polisi dan tidak masalah mengenakan burka di sana."

BURNLEY, INGGRIS – Seorang mahasiswa Muslim dilarang mendaftar ke sebuah perguruan tinggi karena ia menolak untuk melepas burka yang dikenakannya.

Shawana Bilqes, 18, mengenakan pakaian yang
menutup seluruh tubuh dan wajah, hingga hanya memperlihatkan kedua matanya itu, selama kuliah berlangsung.

Namun staf di Burnley College menolak untuk mendaftar namanya, mengklaim bahwa burka itu adalah penghalang bagi “keselamatan dan komunikasi”.

Dalam sebuah pernyataan yang cukup keras, pihak kampus mengatakan bahwa kontak langsung antara dosen dan mahasiswa tanpa adanya “penghalang” adalah hal yang sangat penting.

Bilqes, yang ingin memperoleh gelar diploma, kini terpaksa meninggalkan rencananya dan mencari tempat lain untuk meneruskan pendidikannya.

Kemarin ia mengatakan, “Ini adalah pilihan saya untuk mengenakan burka. Saya tinggal di daerah dekat kampus yang banyak memiliki penduduk Muslim. Saya berusaha untuk berkompromi namun mereka tidak mau. Pihak kampus mengirim sepucuk surat untuk mengatakan bahwa saya dapat melanjutkan kuliah jika saya berhenti mengenakan burka.”

“Kita berada di abad 21 dan bertemu dengan orang dari berbagai latar belakang. Saya juga tergabung dengan kadet polisi dan tidak masalah mengenakan burka di sana.”

John Smith, kepala kampus tersebut, membela tindakan para stafnya.

Ia mengatakan bahwa wajah seorang mahasiswa harus terlihat sepenuhnya untuk memelihara standar tinggi pengajaran antara staf dan mahasiswa, menambahkan bahwa karena itulah mengenakan foto identitas di sekitar kampus menjadi hal yang penting.

“Kami mewajibkan semua mahasiswa Burnley College untuk menampakkan wajah mereka saat mengikuti kuliah,” ujarnya.

“Kami bertekad untuk memelihara standar tinggi pengajaran dan pembelajaran. Untuk itu kami secara efektif mewajibkan adanya komunikasi tanpa penghalang dari pengajar ke semua mahasiswa, dari mahasiswa ke pengajar, dan antar mahasiswa.”

“Tidak mungkin memelihara komunikasi penuh ini jika wajah mahasiswa tidak terlihat.”

“Kami juga bertekad untuk memberikan lingkungan yang aman pada semua mahasiswa kami. Yang terpenting dari semua ini adalah bahwa semua anggota komunitas kampus harus dapat diidentifikasi setiap saat.”

Burnley College memiliki 7500 mahasiswa dan 100% tingkat kelulusan.

Sebelumnya, Menteri Kehakiman Jack Straw menentang peningkatan pemakaian burka di wilayah konstituensinya di Blackburn.

Di Perancis, Presiden Nicholas Sarkozy berbicara pada bulan Juni menentang pakaian tersebut, mengklaimnya sebagai perendahan terhadap kehormatan wanita.

Ia mengatakan, “Burka bukan simbol agama, itu adalah simbol kelas dua.”

Bookmark and Share






Source : suaramedia.com



::Read more...

Wilayah RI Masuk Zona Gempa Tingkat Tinggi

wilayah kepulauan indonesia merupakan wilayah yang cukup rawan akan bencana alam.

JAKARTA - Setelah wilayah barat Indonesia, beberapa hari belakangan ini gempa terus mengguncang wilayah timur Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh kawasan Indonesia memiliki potensi gempa yang sama besar. Hanya Pulau Kalimantan yang terbilang tidak rawan gempa.

Wilayah Indonesia menjadi rawan gempa karena terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia, yaitu Lempeng Australia, Lempeng Eurasia dan Lempeng Filipina, maka sebagian daerah Indonesia termasuk dalam Wilayah gempa tinggi (zone 5 dan 6).

Menurut pakar gempa dari aspek teknik, Yuskar Lase, dalam perancangan struktur pada rumah atau gedung, pengaruh gempa merupakan salah satu hal yang penting untuk dianalisa. Terutama bangunan-bangunan yang berada dalam wilayah langganan gempa besar.

"Untuk mengangtisipasi jumlah korban jiwa lebih banyak, maka dalam mendirikan rumah atau gedung harus mengacu pada peraturan gempa SNI 03-1726-2002. Dalam aturan itu setiap bangunan wajib memenuhi ketentuan kekakuan, kekuatan, dan kestabilan sistem," paparnya.

Oleh karena itu, diperlukan suatu perancangan yang baik terhadap bahaya gempa agar tidak terjadi tingkat kecelakaan dan kerugian yang besar. Menurut Yuskar, tiga parameter gempa ini harus direkomendasikan oleh seorang desainer sehingga ketika ada guncangan gempa kuat tidak seperti yang terjadi di Padang saat ini. Bangunan banyak yang roboh.

Hal senada diutarakan ahli gempa dari Universitas Indonesia, Abdul Haris menyatakan gempa yang terjadi di kawasan timur Indonesia masih berakitan dengan pergeseran lempeng Eurasia, Australia, dan Pasifik. Pergerakan tiga lempeng itu yang mengakibatkan timbulnya gempa tektonik.

"Probability antara kawasan barat dan timur sama besarnya, karena masih berada di jalur lempeng yang sama," katanya yang melihat dari faktor tersebut, maka gempa di kawasan Indonesia masih tergolong alamiah. Seperti diketahui, sambungnya, tiga lempeng tersebut memang akan terus bergerak untuk mencari titik keseimbangannya. "Jika ada mapping aktivitas (lempeng), kita bisa lebih waspada," imbuhnya.

Sebelumnya, Setelah wilayah barat Indonesia, beberapa hari belakangan ini gempa terus mengguncang wilayah timur Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh kawasan Indonesia memiliki potensi gempa yang sama besar.

Pakar gempa Universitas Indonesia (UI) Dr Abdul Haris mengungkapkan, gempa yang terjadi di kawasan timur Indonesia masih berakitan dengan pergeseran lempeng Eurasia, Australia, dan Pasifik. Pergerakan tiga lempeng itu yang mengakibatkan timbulnya gempa tektonik.

"Probability antara kawasan barat dan timur sama besarnya, karena masih berada di jalur lempeng yang sama," kata Abdul Haris saat berbincang, Beberapa waktu lalu.

Jika dilihat dari faktor tersebut, maka gempa di kawasan Indonesia masih tergolong alamiah. Seperti diketahui, tiga lempeng tersebut memang akan terus bergerak untuk mencari titik keseimbangannya.

"Jika ada mapping aktivitas (lempeng), kita bisa lebih waspada," imbuhnya.

Seperti diketahui, dalam dua hari terakhir gempa mengguncang wilayah Tual dan Saumlaki, Maluku. Selain itu, Manado, Sulawesi Utara, juga terguncang akibat gempa berkekuatan 5,2 Skala Richter (SR).

Bookmark and Share






Source : suaramedia.com



::Read more...

MUI Sumbar: Waspadai Bantuan Dari Israel

MUI Sumatera Barat meminta masyarakat waspada datangnya bantuan dari israel.

PADANG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat menyayangkan masuknya bantuan korban gempa dari Israel. MUI khawatir bantuan ini akan mempengaruhi aqidah masyarakat.

"Kita tahu prinsip Yahudi, tidak ada yang gratis dari mereka," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat Gusrizal Gazahar, Senin 26 Oktober 2009.

Ia mengimbau, agar masyarakat korban bencana tidak tergantung pada materi semata. Kekhawatiran Ketua MUI Sumbar ini muncul karena bantuan ini bisa mempengaruhi keimanan masyarakat.

Seperti diketahui, masyarakat Israel mengirimkan bantuan kemanusiaan senilai US$ 500 ribu bagi korban gempa Sumatera Barat. Bantuan dari masyarakat Israel ini disalurkan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke sejumlah lokasi terparah akibat gempa.

Bantuan dari Israel yang disalurkan HMI berupa obat-obatan bagi sejumlah rumah sakit di Kabuapten Padang Pariaman serta Kabupaten Agam. Menurut Ketua PB HMI Pusat, Arif Musthofa, bantuan ini murni sebagai bentuk aksi kemanusiaan.

"Karena ini murni sebagai bentuk aksi kemanusiaan tanpa embel-embel lain, kita terima dan didistribusikan," kata Arif Mustofa.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat meminta warga Padang, mewaspadai masuknya bantuan kemanusiaan dari Israel. Masyarakat, sebagai korban gempa justru menilai sebaliknya.

Hal berbeda dialami saat berkunjung ke lokasi warga yang terkena bencana. Kondisi darurat yang membuat mereka hidup seadanya membuat mereka membutuhkan bantuan dari siapapun.

"Kami tidak perduli bantuan yang diberikan itu berasal dari orang berbeda agama. Jika niatnya kemanusian kami bisa terima," kata Ali Imran (55), warga RT 1 RW 1, Kuaro Pagang.

Gempa 7,9 pada skala richter (SR) tiga pekan silam menghancurkan kediaman miliknya. Sejumlah peralatan rumah tangga yang dimilikinya kini hancur berantakan.

Ali Imran beserta istri dan tiga anaknya terpaksa tidur di rumah sementara berukuran 2 X 2 meter. Terkait bantuan dari masyarakat Israel yang diserahkan pada korbanbencana di Sumatera Barat, Ali menilai itu tidak menjadi persoalan.

"Memang, seluruh masyarakat Minang itu beragama Islam. Dalam kondisi seperti ini, atas nama kemanusiaan tidak ada masalah kita terima bantuan mereka (Israel)," kata Ali.

Hal serupa juga diungkapkan isterinya, Asni (47). Menurut dia, selagi ada label halalnya, dirinya tidak mempersoalkan perihal bantuan yang diberikan masyarakat Israel. "Kami berharap, kalau memang ada, pembagiannya dilakukan secara adil," kata Asni.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat menyayangkan masuknya bantuan korban gempa dari Israel. MUI khawatir bantuan ini akan mempengaruhi aqidah masyarakat.

"Kita tahu prinsip Yahudi, tidak ada yang gratis dari mereka," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat Gusrizal Gazahar.

Bookmark and Share






Source : suaramedia.com



::Read more...

“NATO Adalah Mayat Yang Membusuk Di Afghanistan”

Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen berbicara di hadapan pertemuan dengan aliansi menteri pertahanan di Bratislava membahas pendekatan baru terhadap pelebaran Taliban.

BRATISLAVA - Ketika dukungan publik bagi perang Afghan dengan cepat jatuh di negara-negara NATO, kepala aliansi telah meningkatkan upaya negara anggota agar tetap bersatu.


Pada hari Kamis, Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen berbicara di hadapan pertemuan dengan aliansi menteri pertahanan di Bratislava membahas pendekatan baru terhadap pelebaran Taliban.

"Kita semua harus mencapai lebih banyak dalam hal melatih dan melengkapi pasukan keamanan Afghanistan," Rasmussen mengatakan pada konferensi menteri keamanan dalam pertemuan di ibukota Slowakia, yang tidak diharapkan untuk mengumumkan keputusan mengenai jumlah pasukan tambahan.

Sementara itu, mantan jenderal Kanada mengatakan bahwa kemunduran di Afghanistan telah sangat merusak kredibilitas NATO.

Hampir delapan tahun, kurangnya fokus dan penyelesaian yang terus menerus di Afghanistan akan menjadi kehancuran NATO, pensiunan jenderal dan mantan Kepala staf pertahanan Kanada Rick Hillier memperingatkan dalam sebuah buku miliknya yang segera dirilis.

Hillier menulis dalam autobiografinya, yang akan dipublikasikan minggu depan, bahwa “Afghanistan telah mengungkapkan bahwa NATO telah mencapai tahap di mana mereka adalah mayat membusuk dan seseorang harus melakukan tindakan seperti Frankenstein yang memberi hidup dengan memompakan udara penyelamat hidup melalui bibir mereka yang busuk ke paru-paru mereka atau aliansi akan tamat,” Hillier menulis.

Dia mengatakan Pakta Pertahanan Atlantik Utara rentan terhadap "kemunduran besar apapun" di Afghanistan dan menghadapi kepunahan kecuali jika dapat "merebut kemenangan dengan usaha yang mudah."

Dalam buku, "A Soldier First: Bullets, Bureaucrats and the Politics of War", Hillier berkata tidak ada negara Barat yang meramalkan kebangkitan Afghan setelah keberhasilan awal invasi AS pada tahun 2001.

Ketika Hillier mengambil komando Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) yang dipimpin NATO, beberapa tahun kemudian, "Sudah jelas dari awal bahwa tidak ada strategi untuk misi di Afghanistan," tulisnya.

"NATO telah mulai menyusuri jalan yang menghancurkan sebagian besar kredibilitasnya dan pada akhirnya mengikis dukungan bagi misi di setiap bangsa dalam aliansi. Sayangnya beberapa tahun kemudian, situasi itu tetap tidak berubah," Hillier menulis.

Hillier juga mengatakan aliansi 28-anggota itu "didominasi oleh kecemburuan dan pertempuran politik kecil yang buas" dan meratapi "kurangnya kohesi, kejelasan dan profesionalisme" di awal misi Afghanistan.

Kanada sering mengeluh bahwa 2.700 tentara di Afghanistan selatan menanggung beban perang sementara anggota NATO lainnya mendesak pasukan mereka berada di tempat yang lebih damai yang ditempatkan di bagian negeri dan membatasi apa yang bisa mereka lakukan.

Sejauh ini, 131 tentara Kanada tewas di Afghanistan. Misi tempur dijadwalkan untuk berakhir pada tahun 2011 dan Ottawa mengatakan tidak memiliki rencana untuk memperpanjang itu.

Hillier, yang memiliki profil publik sangat tinggi dan selalu senang berbicara dengan media, juga menyerang birokrasi federal di Ottawa, dan mengatakan mereka cemburu pada kenaikan anggaran pertahanan yang terjadi di bawah Konservatif.

Dia juga mengeluh bahwa pejabat yang bekerja untuk Perdana Menteri Stephen Harper mengatakan bahwa dia harus membuat pernyataan publik yang lebih sedikit. Dimana ia mengabaikan nasihat itu.

Bookmark and Share






Source : suaramedia.com



::Read more...

  © Blogger action, zaF .::. Copyright Reserved 2009

Back to HOME or Jump to TOP